Abah

abah

,,,suara vespa PX sang abahpun terdengar hampir 100 meter dari rumah mungil kami di Bendan Pekalongan, aku dan adik-adikku berlarian berebut mandi sore hari.  Dan pintu rumahpun terbuka sembari muncul Abahku dengan mengucap salam “assalamualaikum wr wb ,,” sambil menenteng sesuatu makanan atau sirup kesukaan kita. Kemudian aku dan adik-adikku tenggelam dalam suasana jelang berbuka bersama Ibu dan Abahku. Ibuku Chafidloh slalu menyibukkan mengurusi urusan rumah dan dapur, dan sembari masak selalu diiringi dengan tadarus Al quran, pun begitu dengan Abahku, setiap beliau selo langsung membaca Alquran,,, begitulah ritme keluarga kecilku bersama Almarhum Abahku di kota Pekalongan.  Itu adalah cerita ditahun 1980an saat aku masih dibangku SD yang masih teringat dan membekas sampe sekarang.  Saat-saat bulan ramadhan adalah saat-saat yang paling membahagiakan bersama keluarga kami, yang didalamnya selalu Abah contohkan dengan perilaku keseharian yang nancep dipikiran dan ingatan anak-anaknya. Tak ada keluhan atau cerita sedih yang muncul dari perkataan abah, walaupun hari itu tidak mendapatkan uang tidak pernah kesedihan kami rasakan.

abah djohar alif

Tadarus quran, saling membantu, sholat berjamaah, sholat sunah adalah sebagian dari Abah kami lakukan didepan kami anak-anaknya, seraya memberi pesan tetap rukunlah anak-anakku dalam suasana apapun untuk selalu menunaikan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangannya dan berbaktilah kepada orang tuamu.  Smoga apa yang Abah inginkan dari kami anak-anaknya untuk bisa bermanfaat bagi orang lain bisa kami tunaikan, amien yra.

Teriring doa kami anak-anakmu untukmu Abahku Djohar Alif Almarhum, ,,, Al fatehah

1 Ramadhan 1440

fatkhul amin (anakmu abah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *