Kita Semua Sama

aa-ppci-2Menjadi Orang yang memiliki keterbatasan tidak pernah terlintas dari benak mereka,  menjadi orang dengan sebutan Difabel atau juga disabilitas juga bukan impian mereka. Namun, ditengah keterbatasan yang mereka miliki, sebetulnya mereka adalah orang-orang tangguh yang tidak mau dikasihani, mereka orang mandiri sama seperti orang-orang normal lainnya. Oleh suatu kejadian, insiden, kecelakaan tiba-tiba mereka menjadi difabel mungkin juga disabilitas.  Butuh semangad yang luar biasa berlipat untuk bisa move on dari keadaan normal.  Berdasarkan cerita dan testimoni para pengurus Persatuan penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Pekalongan, mereka berjaumlah sekitar 180 orang, dan beberapa dari mereka baru bisa bangkit setelah 2 tahun mengurung diri sebelum mereka bisa move on lagi seperti sedia kala.  Artinya orang difabel memang butuh pendampingan, mereka butuh didamping dari sisi psikologi dan sosial.  Yang terjadi saat ini adalah, mereka seperti dilupakan, seperti dianggap sebelah mata oleh lingkungannya.  Ketika mereka mendapatkan pekerjaan, itupun kadangkala ada pekerjaan tapi banyak liburnya. Saya beruntung bisa bertemu, diskusi bersama Mas Mulyadi ketua PPCI, mas rozi sekretaris PPCI dan mbak merri yang mau berbagi informasi dan peduli kepada sesamanya.  Ke depan smoga kita bisa terus berkomunikasi dan bahu membahu mengangkat anggota PPCI menjadi orang-orang yang mandiri dan berdikari seperti semua orang. Penyandang Difabel adalah manusia yang sama haknya dengan kita semua. Saat ini banyak dari anggota PPCI yang tidak bekerja, atau bekerja serabutan sehingga jauh dari layak kehidupan mereka. Mari kita dukung usaha mereka dengan: memberikan pelatihan dan ketrampilan, dukungan modal dan pasar, agar kehidupan mereka menjadi jauh lebih baik dari sekarang ini.

owner majumapan.com