satu kata “lawan” ,,,

Fatkhul AminPerut terasa lapar, konsentrasi mulai berkurang, badan mulai tak setegar hari-hari kemarin sebelum ramadhan, dan ,,, memang seperti itulah gambaran puasa di bulan ramadhan, dari sejak latihan puasa dikala kecil sampai dewasa, hingga menjadi orang tua dan akhirnya menjadi kakek jika Allah menghendaki.  Latihan adalah kata yang paling tepat dalam menjalani puasa dibulan ramadhan, sampai jadi orang tua juga masih latihan, cuma yang membedakan adalah latihan soal-soal yang dihadapi lebih kompleks dan berkualitas.
Saat kecil, soal yang dihadapi adalah bagaimana menahan lapar dari pagi hingga bedug magrib. Hingga, ketika menjadi orang tua soal yang dihadapi adalah pelbagai persoalan hidup yang harus disikapi dan diselesaikan disaat menjalankan ibadah puasa.
Kedepan tantangan bukan semakin ringan tapi bukan tidak bisa diselesaikan, hambatan bukan semakin rendah tapi kita tetap bisa melompatinya, dan persoalan juga bukan semakin mudah tapi kita tetap bisa menyelesaikannya dengan hasil yang terbaik.  Allah tempat kita bergantung, nothing without Allah, jadi selalu berusaha menjadi pribadi-pribadi yang baik dengan mengikuti ajaran Al quran dan hadist Insya Allah semua persoalan dunia yang sepertinya tambah sulit dan susah bisa kita “lawan” dengan usaha keras bersandarkan petunjuk ilahi robbi.
Mari di sisa ramadhan, kita isi hari-hari kita dengan pekerjaan dan kegiatan-kegiatan yang mendekatkan kepada sang khalik bukan sebaliknya. Kita rapatkan barisan shaft mushola, surau dan masjid-masjid untuk melaksanakan sholat tarawih, tadarus al quran, dan qiyamul lail. Satu kata “lawan” malas-malasan, keset, tidur melulu, gak semangad, gampang menyerah.  Isi dengan kegiatan yang bermanfaat untuk kita dan orang lain sebisa kita, sekuat kita.  Ingat, boleh jadi ini adalah ramadhan terakhir kita,,,

 

Fatkhul A