
manakala masalah menerpa kita ingatlah DIA, kalau musibah datang ingatlah DIA, pun ketika suka dan gembira ingatlah DIA sebagaiman telah dijanjikanNYA. aku jauh engkau jauh, aku dekat engkau dekat. seringkali kita alpa dan khilaf dalam mengarungi hidup ini padahal sebagai umat islam, Allah telah tinggalkan dua pedoman hidup untuk kita semua yaitu Al-qur’an dan Hadits.
dua pedoman hidup ini pasti akan mengantarkan kepada kebahagiaan hakiki, yaitu bahagia fiddunya wal akhiroh (hepy di dunia dan di akhirat). sudah dijanjikanya kehidupan yang pasti menentramkan dan jalurĀ ke surganya pun dibuka pintu selebar-lebarnya, namun kita sebagai manusia sering lupa kepadanya daripada mengingatnya. begitulah akhirnya sampai sekarang kita pada umumnya belum tentram dalam hidupnya karena terlalu sombong dalam hidup ini.
jalani sisa umur kita dengan berpedoman kepada dua hal di atas, yaitu qur’an dan hadits. renungkan apa yang telah kita lakukan kemarin, hitung…berapa waktu yang telah kita alokasikan untukNya, untuk sunnahnya … apakah yang telah kita buat untuk masa depan kita …
jangan sampai kita ” dipaksa ” dekat kepadanya baru kemudian terucap kalimat ya allah … , jangan sampai kita ” dipaksa ” dekat kepadanya melalui jalan musibah, sadarlah …. mari kita atur kembali hidup ini,…
kita teladani nabi muhammad dalam kehidupan sehari-hari seperti beliau hidup dahulu … mari kita selalu ingat kepadaNya disaat berdiri (beraktivitas), duduk (dalam sholat, istirahat dll) dan tidur (sebelum tidur selalu berdzikir kepadanya).
insya allah, semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang selalu istiqomah di jalannya dan semoga ketika kita menghadapnya dalam keadaan yang khusnul khotimah, amin
by. fatkhul amin