dinamika hidup

by. fatkhul amin

al kisah …

di suatu surau nun jauh di pelosok negeri ini, di daerah pinggiran kota yang jauh dari hingar bingar motor dan bisingnya knalpot … beberapa warga terlihat akrab dan bermasyarakat. kehidupan sehari-haripun menjadi penuh makna karena memang hidup ini akan bermakna bila dalam kita hidup bisa memberikan manfaat kepada orang lain. kehidupan sosial masyarakatpun menjadi berimbang , hal ini ditandai dengan aura wajah-wajah yang terpancar dari warga penghuni desa tersebut.

seperti desa pada umumnya, terbentuk beberapa komunitas di masyarakat sekita yang mempunyai tujuan yang berbeda-beda. sebut saja salah satunya adalah sebuah perkumpulan pengajian di surau. perkumpulan beberapa warga yang tergabung dalam kelompok pengajian tersebut mempunyai kegiatan rutin berupa pengajian mingguan dan setelah pengajian dilanjutkan dengan ramah tamah.

suatu saat setelah pengajian berlangsung, ada seseorang jamaah yang mengusulkan dibuatnya semacam uang kas dari perkumpulan dengan tujuan membantu anggota jamaah yang lain suatu saat membutuhkan. hal itu ternyata malah berkembang menjadi ide untuk mengumpulkan uang para jamaah dan dibuat menjadi suatu tempat pinjam uang bagi jamaah manakala mereka memerlukan, dan karena hal itu di pandang positif dan baik, jamaahpun mengamininya.

singkat cerita, akhirnya terkumpullah suatu dana dan jamaah mulai memanfaatkan dana pinjaman tersebut ….namun seiring berjalannya waktu, minggu berganti minggu, bulan berubah bulan ternyata jamaah pengajian yang dulu dihadiri banyak anggotanya mulai berkurang jamaahnya,….selidik-punya selidik…ternyata jamaah yang tidak hadir adalah jamah-jamaah yang mempunyai pinjaman pada perkumpulan pengajian tersebut …. dan mungkin ketidakhadiran mereka bisa jadi lantaran “malu”, “tidak enak“, “sungkan”, atau ewuh atau yang lainnya.

kalo melihat kejadian diatas, mungkin kita semua bisa mengambil pelajaran bahwa ..tidak semua maksud dan tujuan yang baik itu pasti memiliki hasil yang baik pula … why ??? karena ” al insanu bitafkiri wallaahu bi tadbiri ” …

keinginan manusia yang baik harus didukung pula komitmen tinggi dan selalu berserah diri kepada allah, atau dalam bahasa lain manusia hanya mempunyai cita dan keinginan dan allahlah yang menentukan.

pada kasus di atas bukan ingin menyalahkan ataupu bagaimana, namun kita bisa berbagi pengetahuan, bahwa dibanyak tempat dan kasus yang beraneka ragam…. tujuan baik untuk apapun memang belum tentu menghasilkan hal yang baik pula, … kita harus mengawalnya betul-betul dengan segala usaha dan istiqomah …

kisah ini menjadi berarti bahwa mempunyai tujuan dan maksud baik itu wajib hukumnya, tapi untuk berhasil atau tidaknya itu bukan harus tapi ” diusahakan sekuat tenaga atau ikhtiar ”

hehehe… gitu aja dulu semoga bermanfaat ya,….amien

hm….

This entry was posted in sharing knowledge and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>