Friday, March 12, 2010

Site Search

Posts Tagged ‘tantangan’

berfikirlah dewasa

kalo kita diberikan umur panjang secara otomatis usia kita bertambah tua, kalo kita bisa sampai menjadi orang tua atau berkeluarga tentu orang juga akan menyebut kita sebagai orang tua, namun ternyata tidak gampang menjadi orang tua atau orang muda yang berfikiran dewasa atau orang tua yang berfikiran dewasa (orang tua betulan).  mengapa demikian. …

banyak faktor yang bisa menjadi penyebab seseorang menjadi dewasa, salah satunya adalah banyaknya masalah yang musti dihadapai atau banyaknya tantangan yang musti dilalui.  beberapa orang bisa melalui proses ini dan kemudian menjadi dewasa atau matang. tapi tidak sedikit dari mereka gagal menjadi dewasa walaupun usia mereka terbilang tua, karena cara berfikir yang kurang dewasa alias masing mengedapankan emosi ketika melihat suatu persoalan.

hidup ini dinamis, hidup akan membosankan kalu tidak ada tantangan, persoalan tidak perlu dicari akan datang sendiri. believe it or not, jwabannya harus believe …. :)

kalau kebetulan anda berangkat dari latar belakang orang tua anda kaya, dan apapun yang anda minta mesti diturutin, boleh jadi itu ikut membentuk mental anda untuk jauh dari kata dewasa pada akhirnya, namun bila anda walaupun kaum berada tapi sudah dididik dari kecil untuk hidup mandiri, rasanya itu adalah modal bagi anda untuk lebih cepat dewasa.

untuk siklus hidup yang baik, sebenarnya pada titik tertentu anda harus sampai menjadi dewasa atau berfikir secara dewasa. usia bukan jaminan menjadikan anda menjadi lebih dewasa. tapi kalo dipikir betul,…masak ya kita udah gedhe kok masih seperti anak-anak ya….wkwkkkk :) cape deh …..

anak-anak itu hobinya bertengkar, sukanya merasa lebih baik dari yang lain, suka di puji, dan lain sebagainya. rasanya kita semua pernah menjadi anak jadi ya gak usah diperjelas …..

hyuk mari kita hadapi apapun masalah yang ada dengan berfikir secara dewasa, obyektif, tidak berprasangka buruk dan tidak mengedepankan emosi. insya allaah gak ada masalah yang susah lho …. :)

kan qur’an mengajarkan ” sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan ” iya kan ????

jawabannya KAN …:)

peace akh ..

by. fatkhul amin

mandiri banyak tantangannya

true story : from sobat (sriyanto)

alkisah disuatu dusun di daerah delanggu, beberapa pemuda desa tergerak hati karena suatu keadaan ekonomi mencoba untuk mencari solusi mendapatkan pekerjaan bagi pemuda-pemuda dikampungnya. singkat cerita mereka mendirikan koperasi yang tujuannya sangat mulia. koperasi kan memang dari anggota untuk anggota, ya kan. suatu saat, ide sudah didapatkan dan sudah dicoba untuk dikembangkan dan berhasil, yaitu membuat jamur merang dirumah masing-masing dan hasilnya diserahkan kepada koperasi untuk dipasarkan. melalui koperasi diharapkan perkumpulan pemuda mandiri menjadi lebih kuat, harga bisa standar dan koperasi dan anggota besar bersama-sam. sehingga untuk itu, koperasi melakukan training kepada para anggotanya bertani jamur merang dan “harapanya semoga berhasil dan memberikan kontribusi buat koperasi dan anggotanya ” ternyata……

usah ini cukup jitu, namun….. beberapa anggota yg sudah bertani dirumah banyak yg “salah jalan” dengan memilih menjadi orang yang dibayar oleh tengkulak untuk mengelola ladang si tengkulak dengan bayaran yang katanya lebih tinggi.

memang siapa yang tidak butuh uang saat ini, presiden aja butuh,… ya ndak,….  cuma untuk para tengkulak tolong didengarkan, daripada “nyerobot” rezeki untuk orang banyak, kan masih banyak jalan mencari rezeki yg halal, dijamin tidak barokah deh, hehehe….. kalo mau menolong mereka, ya biarkan mereka meneruskan bertani dirumah masing-masing dan modalilah kemudian pake sistem bagi hasil,… bukan jadi karyawan trus nanti kalo tengkulak pinter trus ditendang,…..hm….

nah sekarang, buat siapapun yg ngebaca,…. “pengalaman adalah guru yang paling baik”, pelajaranya adalah, ketika pemuda sudah akan menjadi “mandiri” dan diajak menjadi karyawan dengan iming-iming bayaran yg tinggi adalah LANGKAH YG SALAH karena si pemuda menjadi BURUH or KARYAWAN  lagi. kalo mau berhitung, memang untuk menjadi sukses lewat usaha sendiri alias mandiri memang susah tapi bisa, butuh komitmen tinggi dan bermacam tantangannya. dalam waktu 1 tahun misalnya, dia mandiri dirumah bertani, saya yakin si pemuda akan jauh mendapatkan hasil yang LEBIH BESAR daripada jadi “anak peras” tengkulak. WHY…

hidup mandiri penuh tantangan, tapi begitu tantangan terlewati, banyak contohnya….. SUKSES, tantangan datang silih berganti, masalah hadir tak kenal waktu, yang penting mah,….

kita hadapi dan jangan lari,….SIAPA TAKUT,…. berani hidup berani menghadapi tantangan.